Senin, 03 November 2014

AKU DAN CERITAKU


Menggapai Asa

Aku hanyalah anak desa yang dilahirkan dari keluarga biasa, kehidupan kecilku juga tidak terlalu istimewa, aku dari empat bersaudara seorang kakak cewek dan dua adik laki-laki yang sangat aku banggakan.

Sejak kecil aku sudah dilatih untuk rajin bekerja walau hanya sebatas membantu orang tuaku dalam bertani, kalau malam aku dididik ilmu agama untuk bekal hidupku karena aku tidak sekolah di sekolah yang berbackgroun agama, aku sekolah di SD.

Lulus SD, aku diberikan tawaran untuk sekolah, dan aku memilih MTs sebagai tempatku menuntut ilmu, memang bukan sekolah negeri, tetapi setidak-tidaknya aku juga berusaha untuk belajar dan belajar. setelah aku lulus dari MTs akupun diberikan tawaran lagi dari orang tuaku, karena memang orang tuaku tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya untuk sekolah yang orang tua inginkan. akhirnya saya menjatuhkan pilihanku di MAN 1 Boyolali. 

setiap hari aku harus menempuh jarak 23 KM untuk sekolah dengan 2 kali ganti kendaraan umum agar aku bisa sampai ke sekolah, sampai akhirnya orang tuaku menyarankanku untuk tinggal di pondok pesantren. dan akupun mengiyakan saran mereka karena memang pondok tersebut juga tidak jauh dari sekolah tempat aku belajar. 

aku mulai tinggal di pondok pesantren Nurus Shobah Boyolali waktu aku naik kelas 2 MAN, ternyata saat dipondok pesantren aku sering sakit-sakitan sampai akhirnya orang tua memutuskan agar aku sekolah dari rumah. pergaulan yang tidak baik mulai mempengaruhi aku, aku sering membolos dan tidak jarang aku terlambat masuk kelas. sampai akhirnya dengan sepihak sekolah dimana tempat aku belajar mengeluarkan aku saat aku akan menghadapi ujian akhir nasional yang hanya menghitung minggu itu..

satu tahun lamanya aku seperti orang putus asa. tetapi tidak dengan orang tuaku, orang tuaku ingin aku bangkit, akhirnya aku dikirim ke Jawa Timur tepatnya di Jombang untuk mondok, tetapi sampai disana orang tuaku ingin aku melanjutkan sekolahku yang sebelumnya telah gagal, dengan bantuan adikku akhirnya aku bisa melanjutkan sekolahku di MA Darul Falah Cukir Jombang dan mondok di darul falah pusat.

Semangat orang tuaku membuat aku bangkit dan akhirnya aku bisa menyelesaikan sekolah aku disana, setelah aku selesai MA, kawan-kawan aku mengajak aku untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, orang tuaku juga mendukung aku untuk kuliah, akhirnya aku masuk ke IKAHA, yayasan perguruan tinggi milik pondok pesantren Tebu ireng.

awal-awal kuliahku tidak ada rintangan yang berarti hingga aku ikut organisasi yang membuat aku lupa akan kewajiban utama aku. aku mulai sering tidak kuliah sampai akhirnya aku mengundurkan diri dari kampus itu dengan tidak pernah lagi melakukan registrasi.

setelah 3 tahun aku tidak kuliah dan terkatung-katung tidak karuan, salah seorang temanku mengajak aku untuk main ke rumahnya, tepatnya di Jambi. perjalananku diperantauan dimulai...

aku pergi ke Jambi tanpa sepengetahuan orang tua dan saudara-saudaraku. aku berniat untuk merubah nasib, aku bekerja serabutan dan aku mempunyai uang yang lebih dari cukup, hingga akhirnya terbesit dalam benakku kalau aku ingin kuliah lagi untuk membayar kesalahanku yang telah aku lakukan dimasa laluku.

akhirnya aku melanjutkan studi aku di STAI An-Nadwah Kuala Tungkal, saya tidak mau mengulang kesalahan yang telah aku lakukan, aku sangat bersemangat kuliah walau harus sambil bekerja, pagi bekerja dan sore kuliah, malampun aku kerja kembali hingga sampai di semester IV aku terpilih untuk penjadi Presiden BEM yang ada dikampuns akhirnya aku mulai aktiv di organisasi baik yang intern juga di organisasi ekstern, selain di BEM aku mulai aktiv untuk kerja sosial sebagai relawan PMI Kabupaten Tanjung Jabung Barat. sampai akhirnya tahun 2013 aku menjadi salah satu duta relawan PMI Provinsi Jambi untuk ikut Temu Karya Nasional di Malang Jawa Timur.

selain itu aku juga sudah dipercaya oleh sebuah sekolah tepatnya di SMP Negeri 4 Kuala Tungkal untuk menjadi guru disana, walau sebenarnya aku belum selesai dalam studi karena saat itu aku baru mulai menyusun skripsi. di sekolah tersebut aku diberikan mapel yang tidak linier dengan pendidikan aku yang sedang aku tempuh, aku dipercaya untuk mengampu mapel seni dan budaya, karena pendapat kepala sekolah saya menguasai banyak tentang seni terutama di bidang seni musik.

selain menjadi guru seni budaya aku juga dipercaya untuk melatih anak-anak di kegiatan eksrakurikuler pramuka dan PMR, dan saya siap karena saya juga sudah lama berkecimpung di kedua bidang itu. dalam pramuka aku sudah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan di PMR aku juga sudah banyak mengikuti kegiatan-kegiatan kepalang merahan.

sampai akhirnya aku selesai dalam studi di bangku perkuliahan pada tahun 2013 tepatnya di bulan desember aku diwisuda dan mendapatkan gelar sarjana pendidikan islam. setelah selesai kuliah orang tuaku selalu menanyakan kapan aku pulang ke jawa dan dari desakan-desakan itulah akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri perantauan saya hingga akhirnya saya diberikan tawaran oleh orang tua saya agar aku melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

akhirnya saya mendaftar di UIN Sunan Kalijaga untuk konsentrasi Pendidikan Agama Islam dan sangat aku syukuri aku diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di kampus itu. sampai saat ini aku masih kuliah dan berusaha untuk menyelesaikan studiku.

aku sangat bangga dengan kedua orang tuaku. mereka yang hanya lulusan SD ingin anak-anaknya tidak seperti mereka, mereka rela dengan segala keadaan untuk mengangkat derajat anak-anaknya untuk selalu mencari ilmu. 

aku hanya anak lulusan SD tapi aku bangga dengan mereka karena seorang yang hanya lulusan SD hampir mampu membentuk seorang menjadi Magister.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar